Showing posts with label Istri. Show all posts
Showing posts with label Istri. Show all posts

Saturday, July 16, 2011

Istriku Berselingkuh di Hotel



Selingkuh adalah kebejatan moral. Siapapun yang melakukannya, baik laki-laki ataupun perempuan, jika dia berselingkuh pastilah dia orang yang tidak bermoral. Meski kebanyakan perempuan adalah korban perselingkuan.. tapi dalam kasusku ini.. akulah yang menjadi korban.

Setahun yang lalu, kudapati istriku berselingkuh. Kupergoki dia bersama laki-laki lain di sebuah hotel. Istri yang begitu kusayangi tega mengkhianatiku. Dari pengakuannya dia sudah 6 kali check-in di hotel tersebut, meskipun dia mengaku hanya sebatas oral seks dan tidak melakukan hubungan seks.

Oh.. Kata-kata istriku yang mengatakan “hanya” oral seks membuat duniaku gelap.  Begitu sempitkah dia memandang pernikahan?

Kudatangkan keluarganya untuk menyelesaikan masalah ini, kubongkar semua kebohongannya tapi istriku tetap tidak mau mengaku bahwa dia sudah berhubungan seks dengan laki-laki lain. Bagiku sangat sulit dipercaya, berkali-kali masuk ke hotel tanpa melakukan hubungan itu.. Ya aku tidak percaya, meski istriku bersumpah tidak melakukannya.

Kejadian tersebut sudah satu tahun berlalu. Aku tidak menceraikan istriku. Aku berusaha keras menerimanya meski ternyata begitu sulit memberinya maaf. Ada rasa perih di hati jika mengingat kejadian dia di hotel bersama pria lain. Rasa tidak percaya yang menghantui.. ah tidak mungkin dia tidak berhubungan intim di kamar hotel itu. Dunia serasa kosong. Ada dendam yang tidak terlampiaskan. Ya, aku tidak mau balas dendam dengan ikut-ikutan selingkuh.

Selama ini aku yang bekerja dan menghidupi keluarga. Bisa saja aku meninggalkannya dengan alasan dia berselingkuh, tapi yang terpikir kemudian adalah anak-anak. Bagaimana masa depan anak-anak dengan orang tua yang bercerai? aku tidak bisa membayangkan anak-anakku menjadi broken home dan kehilangan pegangan hidup. Tapi sekali lagi aku mengingat perselingkuhan istriku.. aku jadi paham kalau aku tidak bisa bahagia lagi.

Satu tahun penuh penderitaan, pikiran yang terlanjur rusak. Demi anak-anak kujalani hidupku, entah sampai kapan perasaan benci ini bisa hilang. Aku terkungkung oleh bayang-bayang perselingkuhan istriku.

Andai anda jadi saya… percayakah dengan pengakuan isteri yang tidak melakukan hubungan suami isteri sekalipun telah keluar masuk hotel sebanyak 6 kali (dan mungkin malah sudah tak terhitung)? Mengapa anda berpendapat demikian? Berikan argumentasi yang bisa meyakinkan aku. Aku juga berharap pendapat dan nasehat anda melalui rtomi88@yahoo.com.
READ MORE - Istriku Berselingkuh di Hotel

Wednesday, August 11, 2010

ISTRIKU TERNYATA LEBIH NISTA

Cerita ini aku utarakan sebagai pembelajaran untuk anda. Aku kira dengan menikahi "Rose" ( samaran ) semua perbuatan buruk dan tidak dewasa yang kulakukan selama ini bisa kutinggalkan. Sebaliknya, wanita itu membuat segalanya bertambah hancur.

Sekilas, penampilan Rose yang lugu tak ubahnya orang desa yang awam dengan gemerlapnya kehidupan kota. Ia sangat dewasa dan begitu jauh dari penampilan terbuka. Malah, ketertarikanku padanya berawal dari penampilannya sederhana itu, meskipun ia anak orang berada. Saat itu aku yakin bahwa Rose adalah gadis lugu yang kuimpikan bisa berubah gaya hidupku yang euforia. Tetapi itulah awal mula Cerita sedihku ini.

Kami menikah tahun 2002 lalu. Pernikahan kami awali dengan masa pacaran yang terbilang singkat hanya sekitar 3 bulan. Aku yang sudah matang dalam usia dan mapan dalam pekerjaan, kemudian meminangnya. Orang tua Rose yang sudah kenal betul dengan ayahku yang seorang pengusaha sukses di kota ini, tak berpikir panjang untuk menerima lamaran itu.

Setelah menikah, kami tinggal di rumah pemberian ayahku, yang dihadiahkan sebagai hadiah pernikahanku. Tak semewah rumah orang tua Rose memang, namun asri, sederhana dan cukup untuk membina sebuah keluarga kecil. Dengan dilengkapi sebua mobil sedan, seorang pembantu, aku tak perlu lagi memikirkan apa apa.

Aku betul - betul bahagia bisa menikah dengan gadis pujaanku. Dengan Rose, aku berharap bisa merubah gaya hidupku yang gemerlap, dan kembali menjalani kehidupan general lanyaknya seorang suami dan ayah bagi anak - anakku kelak.

Namun, impian tak sejalan dengan kenyataan yang harus kutelan. Rose yang kelihatan sederhana, lugu dan seperti tak tahu apa - apa tentang kehidupan malam, malah kelakuannya tak jauh beda denganku. Ia seorang pemuja kehidupan malam, dan setelah menikah pun Rose masih sulit melepaskan diri dari ketergantungan di dunia yang penuh kesenangan semua itu.

Semua kutahu setelah beberapa bulan kami menikah, Rose masih juga menolak untuk punya anak. Ia tak mau direpotkan mengurus anak ia masih ingin bebas menikmati masa - masa mudanya dan tak mau dikekang meski statusnya tak sendiri lagi.

Belakangan, aku makin dibuat bingung karena hampir setiap malam ia dijemput teman - teman gaulnya yang rata - rata anak orang berada. Entah kemana mereka setiap malam, yang pasti kadang kudapati Rose pulang dalam keadaan mabuk. Tak jarang pula di saku bajunya kutemukan pil ekstasi. Sungguh salah satu menduga Rose selama ini. Ternyata, kehidupannya jauh lebih bebas dariku.

Aku dibuatnya tak berkutik ketika kucoba sadarkan dia. Ia selalu menjawabnya dengan enteng. " Nikmati saja hidup ini, kenapa mesti susah - susah. Kita memang suami isteri, tapi kamu tidak bisa mengekang kebebasanku. Kalau mau pergi, pergi saja, " kalimat inilah yang selalu jadi jawaban dari Rose.

Aku mulai ragu kalau - kalau wanita yang kunikahi ini, tak suci lagi. Karena aku tahu betul kehidupan malam tak bisa dipisahkan dengan kehidupan seks bebas. Aku tahu itu, karena aku pernah menjadi bagian dari kenistaan itu.

Kini, di saat aku belajar untuk melupakan semua masa lalu dan mencoba hidup baru, aku malah diuji lewat istri. Mampukah kuhadapi semuanya? Entahlah, sampai kapan aku mulai bertahan. Rose makin bebas saja, sampai kadang semalaman tak pulang ke rumah. Beruntung aku belum pernah mendapatinya dengan lelaki lain, sehingga pernikahan tetap coba kupertahankan.
READ MORE - ISTRIKU TERNYATA LEBIH NISTA